Chapter 5 Data Privacy and Cyber Security
Privasi Data
Privasi data adalah tentang bagaimana informasi pribadi dikumpulkan, digunakan, disimpan, dan dibagikan. Banyak organisasi memiliki data jutaan pelanggan, termasuk data sensitif seperti catatan medis, data keuangan, dan informasi geografis. Namun, masyarakat sering merasa kehilangan kendali atas data mereka. Fenomena ini dikenal sebagai "paradoks privasi," di mana orang mengkhawatirkan privasi mereka tetapi tetap membagikan informasi tanpa pertimbangan matang. Peraturan seperti GDPR di Uni Eropa dan CCPA di California memberikan konsumen lebih banyak kendali atas data mereka. Contohnya, GDPR mengharuskan perusahaan menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan digunakan, sedangkan CCPA memberi hak kepada pengguna untuk menghapus data mereka dari perusahaan.
Keamanan Siber
Keamanan siber bertujuan melindungi data dan sistem dari akses tidak sah, kerusakan, atau pencurian. Serangan siber, seperti pencurian data, serangan ransomware, dan eksploitasi kerentanan sistem, telah meningkat dalam skala dan kompleksitas. Ancaman ini dapat berasal dari luar (seperti penjahat dunia maya) atau dari dalam organisasi sendiri (seperti kesalahan manusia atau kelalaian). Strategi pertahanan siber melibatkan pencegahan, deteksi, pemulihan, dan kesadaran. Alat seperti perangkat lunak antivirus, sistem deteksi intrusi, dan enkripsi data digunakan untuk mencegah kerusakan. Selain itu, organisasi juga mengadopsi kerangka kerja manajemen risiko seperti COBIT dan ERM untuk memastikan keamanan yang menyeluruh.
Pentingnya privasi data dan keamanan siber sebagai elemen krusial dalam melindungi individu, organisasi, dan masyarakat. Dengan menerapkan kebijakan, peraturan, dan teknologi yang tepat, organisasi dapat mengurangi risiko dan membangun kepercayaan dengan pelanggan mereka.
0 Response to "Chapter 5 Data Privacy and Cyber Security"
Posting Komentar